Rabu, 23 April 2014  |  Find Us On :
Musirawas Buka Pos Pengaduan Lingkungan Hidup
Sosial Budaya   Kalianda  |  Selasa, 25 Sep 2012 - 12:48:54 WIB  |  0 komentar
Share |

Sumber Foto : murekshalamanutama.blogspot.com

Alay berat sedang lakukan eksplorasi

 

SuaraSumsel.com - Kerusakan lingkungan hidup marak terjadi Sumatera Selatan. Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan, sampai sekarang masih masih berlangsungnya praktik penjarahan dan penghancuran sumber daya alam di  Sumsel. Kerusakan lingkungan ini seperti pencemaran sungai, penggundulan hutan, dan pengrusakan ekologis lainnya.
 
“Sampai sekarang, masih beroperasi industri ekstraktif yang merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat di Sumsel. Contohnya, pertambangan batu bara, pertambangan minyak dan gas bumi, serta laju degradasi dan deforestasi hutan alam di Sumsel yang terus berlanjut,” ungkap Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Anwar Sadat.
 
Menyikapi kondisi ini, maka Pemkab Musirawas Sumsel pun bertindak cepat. Salah satunya adalah dengan membentuk  pos pengaduan lingkungan hidup. Program ini dipusatkan di kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Musi Rawas.
 
Menurut Kepala BLHD Musi Rawas, Amrullah, pembentukan pos pengaduan lingkungan hidup ini didasarkan pada SK Bupati Musi Rawas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan Pemkab Musirawas kepada masyarakat, khususnya untuk mengintegritaskan aspek transparansi, partisipasi akuntabilitasi serta keadilan dalam bidang pengelolaan lingkungan. 
 
“Pos pengaduan ini dibuka dengan harapan dapat menjadi wadah untuk menampung berbagai pengaduan masyarakat terhadap kasus dampak lingkungan. Harapannya, dengan demikikian, dapat diwujudkan penanganan pengaduan secara objektif, netral dan cepat,” ungkapnya.
 
Selain itu, dia menyebut bahwa pembukaan pos pengaduan ini merupakan salah satu cara untuk menarik partisipasi sekaligus mewujudkan hak masyarakat  untuk terlibat dalam  memperjuangkan keberadaan lingkungan hidup yang baik dan sehat, juga hak untuk melakukan pengelolaan lingkungan.
 
“Setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Setiap orang berhak melakukan pengawasan terhadap dugaan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ini adalah hak azasi untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat,” pungkasnya.
 
Share |
Sosial Budaya Lainnya
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini
Nama :
Website :
Komentar  
   
   (Masukkan 6 kode diatas)